Judul :
Benteng Digital (Digital Fortress)
Pengarang :
Dan Brown
Penerbit :
PT Serambi Ilmu Semesta
Tebal : 600
halaman
Terbit : 25
Mei 2005
Konflik
terjadi di sebuah agensi kriptografi Amerika Serikat, yaitu NSA (National
Security Agency). Kegiatan-kegiatan NSA adalah melakukan penyadapan-penyadapan
komunikasi seperti komunikasi militer, diplomatik, serta komunikasi-komunikasi
rahasia atau sensitif pemerintah. Karena tugasnya mengumpulkan informasi,
termasuk informasi rahasia, maka NSA juga terlibat dalam penelitian
kriptoanalisis, pemecahan sandi dan kode.
Ensei
Tankado, seorang kriptograf NSA, menentang penggunaan mesin pengurai sandi baru
yang bernama TRANSLTR karena NSA tidak menyertakan sebuah program di TRANSLTR
yang dapat mencegah NSA menguping hubungan komunikasi orang-orang yang taat
hukum di seluruh dunia, dimana kunci program tersebut dipegang oleh Kantor
Federal dan Departemen Kehakiman. Tankado menganggap hal ini sama saja dengan
memasang alat penyadap di setiap telepon di seluruh dunia. Oleh karena protes
Tankado tidak ditanggapi, Tankado pun berhenti dari NSA.
Kemudian
Tankado mengumumkan bahwa Ia telah berhasil menciptakan program yang bisa
menciptakan kode yang tidak bisa dipecahkan. Benteng Digital, demikian Tankado
menyebutnya. Tankado telah membuat salinan program ini di situs internetnya
yang dapat didownload secara cuma-cuma, namun tak ada yang bisa membuka program
ini, termasuk pihak NSA dengan TRANSLTRnya, karena kode sumber untuk program
ini diamankan dengan hipotesis Biggleman’s Safe, yaitu disandikan dengan
dirinya sendiri. Rumus untuk Benteng Digital disandikan dengan menggunakan
Benteng Digital.
Dengan
alogaritma yang disandikan ini, Tankado berhasil menyudutkan NSA. Tankado
mengancam jika NSA tidak memberitahu pada publik tentang penggunaan TRANSLTR,
maka ia akan menjual kunci sandi tersebut kepada pihak lain. Dan kalaupun NSA
melakukan sesuatu padanya, rekan rahasianya, North Dakota akan langsung
mempublikasikan kunci sandi itu ke seluruh dunia. Hal ini sangat ditakutkan
oleh pihak NSA karena program tersebut dapat mematikan ilmu kriptografi.
Hanya Susan
Fletcher, kepala bagian kriptografi, dan Trevor Strathmore, sang komandan NSA
yang mengetahui rumitnya masalah ini sebelum para staf lain mengetahuinya.
TRANSLTR yang terdiri dari tiga juta prosesor ini belum juga berhasil
memecahkan sandi Benteng Digital.
Di lain
pihak, Komandan Strathmore telah mengirim David Becker, kekasih Susan, ke
Sevilla, Spanyol untuk menemui Tankado. Namun terlambat karena Tankado telah dibunuh.
David pun harus berusaha mendapatkan cincin Tankado yang terukir kunci sandi
Benteng Digital yang telah berpindah tangan dan juga diincar oleh pihak lain
yang tak segan-segan untuk membunuh.
Namun
ternyata Benteng Digital, alogaritma yang diklaim tak terpecahkan itu hanyalah
kamuflase dari virus yang tidak hanya membahayakan TRANSLTR, namun juga bank
data utama NSA. Strathmore yang termakan umpan Tankado telah memotong jalan
penyaring Gauntlet, suatu program disinfektan yang memeriksa dokumen-dokumen
yang akan masuk ke TRANSLTR agar bebas dari virus.
Karena
kesalahan Strathmore inilah, bank data utama yang berhubungan dengan TRANSLTR
juga terinfeksi virus. Namun yang diincar virus itu bukanlah bank datanya,
melainkan perisai-perisai yang melindungi bank data dari para hacker,
pemerintah asing, dan pihak-pihak lain yang mengitari bank data ini selama 24
jam sehari dan berusaha mendobrak masuk.
Bank data
yang memuat cetak biru dari senjata-senjata canggih, nama samaran dari petugas
lapangan, analisis-analisis dan proposal mendetail untuk operasi terselubung,
dan rahasia-rahasia penting lain yang paling dirahasiakan di Amerika Serikat
semakin terancam. Tanpa perisai itu, seluruh data dalam bank data bisa diakses
siapa saja. Satu-satunya yang dapat menghentikan aksi virus itu hanyalah kode
yang terdapat di cincin Tankado.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar